EXPLORASI MINYAK DAN GAS BUMI

Setelah menentukan lokasi yang diyakini terdapatnya kandungan minyak bumi. Diperlukan survey untuk menentukan batas area, dan penelitian dampak lingkungan, bila nanti explorasi dilakukan.   Pembuatan akses jalan ke lokasi, sewa, pinjam lahan, pemakaian hutan, harus mengikuti perundang-undangan dan hukum yang berlaku. Dalam hal ini harus mendapat izin dari departemen-departemen terkait seperti  dinas Pertambangan dan Energi, Kehutanan, BP Migas,BAPEDA, Dinas PU, Perhubungan,Pemerintah Daerah dan Instansi-instansi terkait lainnya yang berhubungan dengan kegiatan explorasi tersebut. Bagi pelaksanaan explorasi di lepas pantai juga harus mendapat izin dan mengikuti peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh pemerintah, mengenai pelaksanaan explorasi lepas pantai.

Setelah izin explorasi diterbitkan. Maka pekerjaan persiapan dapat dilakukan antara lain:

  1. Pembebasan lahan dan meratakan lahan, akses jalan masuk ke lokasi pengeboran harus dibangun.
  2. Air diperlukan dalam peroses pengeboran, diharuskan ada sumber air terdekat. Bila tidak tersedia sumber air secara alami. Maka dilakukan pengeboran sumur air.
  3. Membuat lubang penampungan, yang lapisan dasarnya dilapisi plastik untuk melindungi pencemaran tanah,yang akan digunakan untuk membuang sisa pecahan batuan, Lumpur kimia yang digunakan selama proses pengeboran berlangsung. Bila area merupakan tempat ekologi yang sensitif, seperti rawa atau hutan belantara. Maka harus dibuang diluar area, dengan menggunakan truk dibuang di dalam lubang yang kecil.

Salah satu yang dipersiapkan pada lahan yang akan digunakan, adalah membuat saluran untuk  mendirikan Rig / Tower dan titik pengeboran utama.  Saluran yang berbentuk segi empat dinamakan Cellar. Fungsi dari cellar adalah untuk memberi batas antara titik pengeboran dengan  Camp pekerja, Peralatan Pengeboran, dan alat pendukung lainnya. Pekerjaan pengeboran dimulai dengan mengebor titik utama, biasanya dilakukan di oleh alat bor khusus yang dipasang pada truk dari pada rig / tower yang besar.

Titik awal dari pengeboran diameternya lebih besar dan lebih dangkal dari pada titik utama. Setelah itu  dimasukan pipa penghubung berdiameter besar. Titik-titik atau lubang tambahan dibuat di sisi untuk menyimpan peralatan-peralatan yang bersifat sementara. Pada saat ttitik-titik ini selesai,  Rig beserta peralatannya dapat didirikan.

Tergantung dari lokasi pengeboran dan akses dari lokasi pengeboran tersebut. Alat-alat pengeboran dapat diangkut ke lokasi menggunakan truk, Helikopter ataupun tongkang. Beberapa alat rigs didesain di atas rig atau tongkang, untuk lokasi pengeboran di atas air, dimana tidak terdapat pondasi untuk menopang Rig seperti pengeboran pada rawa atau danau.

Author : By Adi Baduts

About these ads

~ by irlanders on December 12, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: